468x60 Ads



Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Informasi Kegiatan Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kantor Pusat Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Perpustakaan Insan Cendekia dan Mushola Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kunjungan Petugas Kemenag Kabupaten Kebumen di TPQ Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Peresmian Majelis Attaqwa oleh Imam Mushola Al Ikhlas Mbah Manten Komaridjan Widodo

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Pengajian Rutin Lapanan Ahad Wage Jamaah Majelis Attaqwa

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Menikmati Jaburan Setelah Jamaah Sholat Tarawih


Novel CATATAN CICI : Vonis Penista Sang Penyintas

0 comments

 

Untuk membaca cerita selengkapnya klik sampul  novel di atas 👆👆👆 

Novel Catatan Cici mengisahkan perjalanan hidup seorang istri dan ibu dari tiga anak. Suaminya bekerja di Batam. Anak pertama bekerja di Suarabaya. Anak kedua kuliah di ISI Jogja. Anak ketiga kuliah di Unesa.

Semua berubah sejak bulan Ramadan tahun 2005. Sebuah peristiwa yang oleh orang-orang sekitar dianggap sebagai kesurupan, tetapi oleh Cici dirasakan sebagai perjumpaan dengan Tuhan. Ia merasa sedang dibaptis dan diberi nama baru, Sri Maharani. Sejak saat itu, ia lebih banyak menyendiri, menuliskan percakapannya dengan Tuhan, dan menempuh jalan sunyi yang tidak semua orang dapat memahami.

Sejak tahun 2016, Cici pulang ke Kebumen, menempati rumah warisan dari mertua yang menjadi saksi sunyi perjalanan batinnya. Hari-harinya diisi dengan menulis makalah sebagai refleksi atas dialog batinnya dengan Tuhan. Hal itu menyeretnya ke pusaran tuduhan. Ia divonis sebagai penista. Namun, dalam proses  di persidangan, ia dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan akhirnya dibebaskan dari hukuman.

Novel ini tidak bermaksud menghakimi, membenarkan, ataupun menyudutkan pihak mana pun. Ia hanya berusaha menghadirkan kemanusiaan tentang seorang ibu yang rapuh sekaligus teguh, tentang keluarga yang diuji oleh jarak dan stigma, dan tentang masyarakat yang kerap kali lebih cepat menilai daripada memahami.

Semoga kisah ini dapat dibaca dengan hati yang terbuka, bukan untuk mencari benar dan salah semata, melainkan untuk belajar tentang empati, tentang kesehatan jiwa, dan tentang betapa kompleksnya pengalaman spiritual manusia. Akhir kata, semoga novel ini memberi ruang perenungan bagi kita semua. 

 



 

KLSKK MENJADI JURI MENULIS RESENSI 600 SISWA SMP NEGERI 3 KUTOWINANGUN

0 comments


Kamis 5 Februari 2026, SMP Negeri 3 Kutowinangun melaksanakan Gelar Budaya Kabumian Spenagaku dan Gema Pemasyarakatan Literasi. Acara dibuka oleh Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo, M.Si. mewakili Bupati Kebumen. Hadir pada acara ini, dr. Reza Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan Dr. Agus Sunaryo, M.Pd. Kepala Disdikpora Kebumen.

Semua siswa SMP Negeri 3 Kutowiangun meresensi 600 buku yang telah disiapkan oleh Disarpus Kebumen. Buku telah dibagikan untuk dibaca oleh para siswa, beberapa hari sebelum kegiatan meresensi dilakukan secara massal. Acara semakin meriah dengan quiz yang disampaikan oleh dr. Reza. Siswa yang dapat menjawab dengan benar mendapat hadiah.     

Pada kesempatan itu juga diberikan dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yaitu (1) Gelar Budaya Kabumian Spenagaku, dan (2) Catatan Ci Ci : Studi Bahasa Dampak Perceraian Terhadap Gangguan Kestabilan Mental Anak.





 
. © 2016 Design by Manisum | Sponsored by bkktkm - bkktkm - bkktkm