468x60 Ads



Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Informasi Kegiatan Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kantor Pusat Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Perpustakaan Insan Cendekia dan Mushola Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kunjungan Petugas Kemenag Kabupaten Kebumen di TPQ Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Peresmian Majelis Attaqwa oleh Imam Mushola Al Ikhlas Mbah Manten Komaridjan Widodo

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Pengajian Rutin Lapanan Ahad Wage Jamaah Majelis Attaqwa

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Menikmati Jaburan Setelah Jamaah Sholat Tarawih


RABU WEKASAN 2026

0 comments

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia sebagai momentum memperbanyak doa dan ibadah. Tradisi ini dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar dengan tujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bala. Rebo Wekasan tahun ini jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah.

Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah membaca doa memohon keselamatan dan perlindungan. Doa tersebut telah dikenal luas di kalangan umat Islam dan juga disebutkan oleh para ulama dalam berbagai kitab.

Doa keselamatan dan perlindungan, utamanya berisi permohonan agar Allah SWT menjaga diri, keluarga, dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai keburukan, serta memberikan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan. Namun, untuk santri TPQ Al Ikhlas Wergonayan yang masih Bocil (Bocah Cilik) mereka  merasa bergembira saat Rebo Wekasan karena ada tradisi setelah mengamini doa dibacakan oleh Pak Kyai, dilanjutkan makan sate ayam yang enak, manis dan gurih.


Para Penguasa Kebumen di Era Kolonial

0 comments

Kadipaten Panjer di bawah Kerajaan Mataram pada tahun 1642 dengan Ki Badranala sebagai adipati pertama. Panjer pada zaman penjajahan Belanda dijadikan gudang beras oleh Kerajaan Mataram. Panjer kerap menjadi medan pertempuran hingga Panjer berubah menjadi nama Kebumen pada tahun 1936.

Berikut ini para daftar penguasa Kebumen pada era kolonial.

1.         Ki Badranala (1642–1657)

2.         Ki Hastrasuta (1657–1677)

3.         Tumenggung Kolopaking I (1677–1710)

4.         Tumenggung Kolopaking II (1710–1751)

5.         Tumenggung Kolopaking III (1751–1790)

6.         Tumenggung Kolopaking IV (1790–1833)

7.         Tumenggung Arung Binang IV (1833–1861)

8.         Tumenggung Arung Binang V (1861–1890)

9.         Tumenggung Arung Binang VI (1890–1908)

10.     Tumenggung Arung Binang VII (1908–1934)

11.     Tumenggung Arung Binang VIII (1934–1942)


Untuk Membaca naskah selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas!

 
. © 2016 Design by Manisum | Sponsored by bkktkm - bkktkm - bkktkm