468x60 Ads



Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Informasi Kegiatan Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kantor Pusat Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Perpustakaan Insan Cendekia dan Mushola Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Kunjungan Petugas Kemenag Kabupaten Kebumen di TPQ Al Ikhlas

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Peresmian Majelis Attaqwa oleh Imam Mushola Al Ikhlas Mbah Manten Komaridjan Widodo

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Pengajian Rutin Lapanan Ahad Wage Jamaah Majelis Attaqwa

Selamat Datang di Yayasan Attaqwa Insan Cendekia

Menikmati Jaburan Setelah Jamaah Sholat Tarawih


Dewi Rengganis Sang Penjaga Desa Penimbun

0 comments

 

Untuk membaca cerita selengkapnya, klik sampul buku di atas πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†



Dewi Rengganis sebagai anak satu-satunya harus menggantikan posisi sang Ayah sebagai tetua desa. Hingga suatu hari Dewi Rengganis mendengar bahwa pemuda pengelana ternyata pernah kembali ke desanya, tapi mengurungkan niatnya menemui Ki Tapawira dan Dewi Rengganis karena kecewa terhadap sikap warga desa yang pernah ditolongnya. Meskipun begitu, Dewi Rengganis tetep menanti kedatangan pemuda pengelana hingga ia tidak mau menikah dengan siapa pun. Sepanjang waktu hidup dan matinya diabdikan untuk menjaga desanya yang dikenal dengan nama Desa Penimbun.  

Keteguhan Dewi Rengganis dalam memegang keyakinan hati hingga dibawanya sampai ke alam kematian, tidak bisa disamakan dengan siapa pun. Termasuk dengan tokoh Dewi Rengganis yang ada dalam lakon wayang golek. Maka dari itu, sampai saat ini di Desa Penimbun ada larangan bagi warganya menanggap wayang golek, karena Dewi Rengganis sang penjaga Desa Penimbun  tidak mau disamakan dengan siapa pun. 

Selain itu, sampai saat ini di Desa Penimbun, tidak ada warganya yang berjualan nasi. Mereka akan secara cuma-cuma memberikan nasi kepada pendatang atau orang-orang yang membutuhkan.

 

Kumpulan Sajak Secangkir Kopi

0 comments

 

Untuk membaca naskah selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

Sajak dalam Secangkir Kopi merupakan buku kumpulan puisi yang terinspirasi oleh
kehidupan sehari-hari penulis saat tinggal di Kota Pelajar Yogyakarta. Waktu itu penulis masih
berstatus mahasiswa dan jatuh cinta pada Kopi Joss. Kopi khas angkringan Jogja yang mangkal
di sisi timur Stasiun Tugu Yogyakarta. Racikannya yang kental, dengan aroma khas kopi yang
memberi relaksasi, ditambah sensasi Joss celupan bara api dari kayu kopi yang panas serta
nuansa kota Jogja yang bersahaja namun melegenda menuntun jari penulis untuk menggoreskan
pena menumpahkan segala rasa dalam bait-bait puisi.

Membaca buku ini, Anda akan disuguhi cerita kehidupan yang mengalir berhulu dan
berhilir pada secangkir kopi. Secangkir kopi yang setia memberi rasa, aroma, dalam nuansa jiwa.
Suka duka, tawa ceria, rindu pilu, mewarnai larik-larik pada setiap baitnya. Kenangan tentang
kehidupan di waktu pagi dan senja hari. Jika Anda pernah membaca cerita inspiratif tentang
Kentang, Telur, dan Biji Kopi. Maka biji kopi pantas Anda jadikan inspirasi.

Sebatas Kenangan

0 comments

 

Untuk membaca cerita selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘† Covid-19 atau Virus Corona menyebabkan teror yang menakutkan untuk semua orang. Kota di lokcdown, warga tidak boleh bepergian, ke mana-mana harus pakai masker. Sirine ambulance meraung memecah sepi membawa jenazah terbungkus plastik, dikubur tanpa kafan. Ketakutan membuat fisik makin lemah. Jika sudah difonis Covid maka akan diisolasi. Bahkan keluarga tidak boleh menunggui. Nafas tercekat ditenggorokan. Ribuan nyawa melayang. Ekonomi lumpuh. Rumah sakit sudah tidak mampu menampung pasien Corona. Tabung oksigen menjadi barang langka karena diburu, berebut untuk dapat meringankan nafas para penderita. Semua gambaran menakutkan itu bisa terbaca melalui larik-larik dalam kumpulan pantun dalam buku ini.


 

Adicara Pawiwahan Panganten

0 comments

 

Untuk membaca naskah selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

Kepareng matur, bilih irah-irahan “Adicara Pawiwahan Panganten” punika namung adhapur kagem ancer-ancer kangge para sumitra panatacara ingkang ugi ngrangkep dados panyandra utawi dalang.

Ingkang awit namung ancer-ancer, mila cak-cakanipun tumraping panatacara saha panyandranipun mboten winates, liripun saged rowa ugi saged kadamel prasaja. Bab punika namung gumantung kaliyan swasana wonten ing pawiwahan.

Sarehning seratan punika anggitan sesarengan adhedasar ngelempakaken naskah saking sadherek katah, ugi cuplikan sawetawis saking kalawarti, mila kula pidados bilih taksih kathah kekiranganipun.


 

Tiga Negara Dua Hati Satu Cinta

0 comments

 

Untuk membaca cerita selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

Beberapa bulan menjelang lulus SMA, Bima jatuh hati pada Ririn, teman sekelasnya. Cinta Bima bertepuk sebelah tangan. Ririn menolaknya dengan kata-kata yang menyakitkan, “Sorry ya, uang sakumu seminggu hanya lima ribu, untuk beli bensin motorku sehari tidak cukup.” Sejak peristiwa itu, Bima berjanji pada dirinya sendiri untuk bekerja keras agar menjadi orang yang sukses.

Lulus SMA, Bima merantau ke Jakarta. Kerja di Jakarta gajinya kecil. Bima pergi ke Taiwan. Ia bekerja menjadi helper di proyek pembangunan aparteman. Pulang dari Taiwan, Bima jatuh cinta pada Ani. Ani menerima cinta Bima dengan sepenuh hati. Setelah mengikat Ani dengan cincin tunangan, Bima berangkat kerja ke Korea. Pulang dari Korea, Bima menikahi Ani. Satu tahun dari pernikahan, lahirlah anak pertama mereka.

Untuk menghidupi keluarganya, Bima membuka usaha toko kelontong. Usaha Bima berkembang. Ia ditawari menjadi grosir. Bima menerima tawaran itu. Setelah uang disetor, barang dagangan tidak dikirim. Usaha Bima bangkrut. Ia pergi kerja ke Australia. Di Australia Bima mendapat job memanen asparagus, gajinya besar. Hasil kerja satu season asparagus, ia gunakan untuk membangun sebuah rumah megah.

Empat tahun menahan rindu, tiga bulan sepulang Bima dari Australia, Ani mengandung anak kedua mereka. Bima ingin kerja lagi, tapi Ani tidak mau ditinggal ke luar negeri. Bima bekerja pada kapal tanker di Kepulauan Seribu, Jakarta pada bagian katering. Pengalamannya bekerja di katering, ia gunakan untuk membuka usaha rumah makan. Usaha rumah makannya sukses. Bima dikenal orang-orang sebagai Bos Kendai PW. 

 

Mbah Lancing : Penyebar Agama Isalam di Urut Sewu

0 comments

Untuk membaca naskah selengkapnya, silakan klik sampul buku di atasπŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†
 

Buku dengan judul Mbah Lancing Penyebar Agama Islam di Urut Sewu ditulis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang seorang waliyullah, penyebar agama Islam di Urut Sewu pada masanya. Komplek pemakaman Mbah Lancing berada di Desa Mirit, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Makam Mbah Lancing banyak dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang dari Malaysia. Hal ini dikarenakan karomah dan ketokohan Mbah Lancing yang melegenda seperti halnya para Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Makam Mbah Lancing ramai dikunjungi para peziarah, terutama pada hari Jumat, puncaknya pada bulan Ruwah dan Suro. 

Setelah membaca buku ini diharapkan Anda dapat lebih mengapresiasi budaya warisan leluhur dan memetik nilai postif yang terkandung di dalamnya. Namun, tidak membiarkan diri terjebak dalam pemahaman yang keliru dengan mencampuradukkan antara budaya dan agama secara kurang bijak. Selain itu, dengan membaca buku ini akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda tentang sejarah di masa lalu.


 

 

KLSKK Goes to School di SMPN 1 Karanggayam

0 comments

 

Ada yang istimewa di acara KLSKK Goes to School di SMP Negeri 1 Karnggayam, yaitu dengan hadirnya dr. Faiz Alauddien Reza Mahardika, putra Bupati Kebumen yang begitu peduli pada kegiatan literasi. Hal lain yang istimewa, KLSKK Goes to School di SMP Negeri 1 Karanggayam dilaksanakan selama dua hari, yaitu dari hari Selasa, 27 Mei 2025 s.d hari Rabu, 28 Mei 2025. 

Hari Selasa diisi dengan agenda kegiatan utama KLSKK Goes to School, yaitu Pemilihan Duta Literasi SMP Negeri 1 Karanggayam. Adapun hari Rabu diisi dengan kegiatan Seminar Pemasyarakatan Literasi Geopark Kebumen dengan narasumber dr. Faiz Alauddien Reza Mahardika, dan General Manager Geopark Kebumen Bapak Sigit Tri Wibowo. 


 


 
. © 2016 Design by Manisum | Sponsored by bkktkm - bkktkm - bkktkm