Dewi Rengganis sebagai anak satu-satunya harus menggantikan posisi sang Ayah sebagai tetua desa. Hingga suatu hari Dewi Rengganis mendengar bahwa pemuda pengelana ternyata pernah kembali ke desanya, tapi mengurungkan niatnya menemui Ki Tapawira dan Dewi Rengganis karena kecewa terhadap sikap warga desa yang pernah ditolongnya. Meskipun begitu, Dewi Rengganis tetep menanti kedatangan pemuda pengelana hingga ia tidak mau menikah dengan siapa pun. Sepanjang waktu hidup dan matinya diabdikan untuk menjaga desanya yang dikenal dengan nama Desa Penimbun.
Keteguhan Dewi Rengganis dalam memegang keyakinan hati hingga dibawanya sampai ke alam kematian, tidak bisa disamakan dengan siapa pun. Termasuk dengan tokoh Dewi Rengganis yang ada dalam lakon wayang golek. Maka dari itu, sampai saat ini di Desa Penimbun ada larangan bagi warganya menanggap wayang golek, karena Dewi Rengganis sang penjaga Desa Penimbun tidak mau disamakan dengan siapa pun.
Selain itu, sampai saat ini di Desa Penimbun, tidak ada warganya yang berjualan nasi. Mereka akan secara cuma-cuma memberikan nasi kepada pendatang atau orang-orang yang membutuhkan.

0 comments:
Post a Comment