Untuk membaca cerita selengkapnya, silakan klik sampul buku di atas 👆👆👆
Beberapa bulan menjelang lulus SMA, Bima jatuh hati pada Ririn, teman sekelasnya. Cinta Bima bertepuk sebelah tangan. Ririn menolaknya dengan kata-kata yang menyakitkan, “Sorry ya, uang sakumu seminggu hanya lima ribu, untuk beli bensin motorku sehari tidak cukup.” Sejak peristiwa itu, Bima berjanji pada dirinya sendiri untuk bekerja keras agar menjadi orang yang sukses.
Lulus SMA, Bima merantau ke Jakarta. Kerja di Jakarta gajinya kecil. Bima pergi ke Taiwan. Ia bekerja menjadi helper di proyek pembangunan aparteman. Pulang dari Taiwan, Bima jatuh cinta pada Ani. Ani menerima cinta Bima dengan sepenuh hati. Setelah mengikat Ani dengan cincin tunangan, Bima berangkat kerja ke Korea. Pulang dari Korea, Bima menikahi Ani. Satu tahun dari pernikahan, lahirlah anak pertama mereka.
Untuk menghidupi keluarganya, Bima membuka usaha toko kelontong. Usaha Bima berkembang. Ia ditawari menjadi grosir. Bima menerima tawaran itu. Setelah uang disetor, barang dagangan tidak dikirim. Usaha Bima bangkrut. Ia pergi kerja ke Australia. Di Australia Bima mendapat job memanen asparagus, gajinya besar. Hasil kerja satu season asparagus, ia gunakan untuk membangun sebuah rumah megah.
Empat tahun menahan rindu, tiga bulan sepulang Bima dari Australia, Ani mengandung anak kedua mereka. Bima ingin kerja lagi, tapi Ani tidak mau ditinggal ke luar negeri. Bima bekerja pada kapal tanker di Kepulauan Seribu, Jakarta pada bagian katering. Pengalamannya bekerja di katering, ia gunakan untuk membuka usaha rumah makan. Usaha rumah makannya sukses. Bima dikenal orang-orang sebagai Bos Kendai PW.

0 comments:
Post a Comment